Identitas Mesias Juruslamat

Nabi Yesaya menubuatkan tentang Mesias yang akan datang. Dalam nubuatnya, Yesaya bertanya dengan ragu, siapa yang akan percaya kepada berita yang ia tulis ini? Pertanyaan Yesaya ini memberitahukan hampir “tidak ada” orang yang percaya kepada mesias yang ia beritakan.

Kita akan melihat identitas mesias dalam Yesaya 53:1-12 dan bagaimana manusia menciptakan identitas mesias yang berbeda yang sesuai dengan versi mereka sendiri.

  • Mesias tidak tampan (Ia tidak tampan, ayat 2)

Alkitab mencatat bahwa Mesias (Yesus Kristus) tidak memiliki wajah yang tampan dan tidak memiliki semarak. Wajah mesias yang tidak tampan ini tidak dapat diterima oleh orang-orang di zaman ini. Di zaman ini mereka berpikir Yesus haruslah seorang yang tampan karena Dia mesias. Karena itulah mereka menciptakan mesias (Yesus Kristus) yang berbeda. Karena manusia menyukai wajah yang tampan maka mereka melukis dan membuat 1001 gambar Yesus. Wajah Yesus (mesias) yang mereka buat ini berbeda satu dengan yang lain (baik dalam bentuk wajah, rambut, warna kulit) tergantung Yesus versi negara masing-masing.

Dari fakta ini kita mengetahui bahwa manusia tidak mau menerima kebenaran seperti yang tertulis dalam Yesaya 53:2, mereka lebih suka melukis wajah Yesus yang tampan dan imut-imut.

Wajah Yesus yang asli tidak ada yang tahu kecuali orang-orang yang sezaman dengan-Nya. Tetapi yang pasti Yesus tidak tampan dan tidak memiliki semarak sebagaimana yang tertulis dalam Yesaya 53:2 “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada”.

Bahaya dari orang-orang yang menciptakan wajah “yesus” palsu ini adalah saat mereka berdoa. Mereka berdoa kepada gambar/lukisan wajah “yesus” yang sudah ada dalam pikiran mereka. Menciptakan ilah lain (wajah yesus yang palsu) dalam pikiran dan berdoa kepadanya merupakan bentuk penyembahan berhala.

  • Mesias dihindari orang (Ia dihindari orang, ayat 3)

Kristus dihindari orang, karena Dia menyatakan apa yang salah. Dalam kehidupan-Nya, Kristus tidak pernah mendiamkan orang yang berbuat dosa, itulah sebabnya banyak orang yang menghindari-Nya, karena Yesus menegur dosa-dosa mereka. Jika seseorang benar, tidak perlu dia menghindari Kristus, karena Tuhan tidak menegur perbuatan baik. Tuhan hanya menegur dosa atau kesalahan orang.

Tuhan Yesus mengasihi semua orang tetapi Dia tidak pernah mentolerir dosa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus sering dengan frontal (secara terbuka) menegur dosa-dosa orang-orang agamawan di depan umum tetapi ia merangkul pelacur dan pemungut cukai yang mau bertobat.

Salah satu fungsi utama Alkitab adalah menyatakan kesalahan. Sang Firman datang ke dalam dunia untuk menyatakan dosa (kesalahan) dan menerangi dunia dengan kebenaran. Saat kebenaran itu terpancar, kesalahan akan tersingkap.

Dari hal ini kita ketahui, siapapun yang tidak menyadari dirinya adalah orang berdosa yang seharusnya akan dihukum di Neraka, dia tidak akan pernah datang kepada Tuhan Yesus yang adalah kebenaran itu sendiri. Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyatakan bahwa semua manusia sudah berdosa (salah) dihadapan Allah.

  • Mesias biasa menderita (Seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita ksakitan, ayat 3)

Yesus adalah anak seorang tukang kayu. Pada zaman kekaisaran romawi ada empat golongan masyarakat. Golongan bangsawan, prajurit, orang bebas dan budak. Tuhan Yesus termasuk golongan orang bebas. Orang bebas umumnya bekerja di tempat para bangsawan, ada yang sebagai tukang besi, tukang kayu, tukang batu dll dan Yesus adalah anak Yusuf tukang kayu.

Kondisi Tuhan Yesus ini sudah dinubuatkan dalam Yesaya 53:3 “seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan”. Sebagai anak tukang kayu, Tuhan Yesus sama sekali tidak diperhitungkan, hal ini terlihat saat orang-orang menolak Dia waktu mereka tahu Yesus hanyalah anak Yusuf tukang kayu.

Yesus berkata kepada orang yang hendak mengikuti-Nya “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Matius 8:20).

Herannya banyak orang menjadi Kristen hanya karena ingin kaya, ingin punya ini dan itu, sehat selalu, panjang umur dan tidak kekurangan apapun  yang dia inginkan. Ini sebenarnya mau menyembah Tuhan atau memperalat Tuhan untuk mencapai semua keinginan hatinya?

  • Mesias dianiaya (Ia sangat dihina, ayat 3)

Mesias yang dinantikan dan yang diinginkan oleh bangsa Yahudi adalah Mesias yang gagah, yang dapat membebaskan bangsa mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Tetapi yang mereka lihat adalah Yesus yang tidak dapat berbuat apa-apa saat Dia ditangkap. Mereka juga menginginkan Mesias yang mendukung ajaran mereka, tetapi sebaliknya yang terjadi, Yesus membongkar kemunafikan para ahli taurat mereka. Yesus dekat dengan orang-orang miskin, orang sakit, penjahat, pelacur dan pemungut cukai tetapi menentang para pengajar Israel.

Tuhan Yesus dianiaya dengan kejam, Dia dicambuk, diolok-olok, diludahi dan ditampar, Dia seperti tidak berdaya dihadapan manusia. Mata manusia melihat dan mengejek “tidak mungkin Mesias seperti Yesus”, bahkan sampai sekarang, ejekan itu tetap terdengar.

Berapa banyak judul buku atau jurnal-jurnal ilmiah yang diterbitkan yang isinya tentang “Ejekan” kepada Tuhan Yesus. Dan tidak sedikit diantara buku-buku itu menjadi “Bestseller” karena dunia menyukai informasi yang menjelek-jelekkan Tuhan Yesus.

Kehinaan yang Tuhan Yesus tanggung, sampai saat ini masih dijadikan lelucon oleh rohaniawan agama tertentu. Dan tanpa berpikir panjang mereka sering mencibir, Tuhan tidak mungkin jadi manusia. Tetapi Alkitab berkata Tuhan menjadi manusia.

Mereka tidak mau tahu bahwa Yesus melakukan semua itu karena Dia adalah juruslamat atas semua dosa mereka. Tetapi hal itu juga menjadi penggenapan dalam Yesaya 53:3 berkata “ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan”.

  • Mesias mati (Dia tertikam karena pemeberontakan kita, ayat 4)

Dalam pandangan manusia kematian bukanlah tanda dari kemenangan, kematian  adalah tanda kekalahan.

Saat Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, ada banyak orang Yahudi yang mencibirnya, dan ejekan seperti ini masih terdengar dari mulut manusia zaman ini. Apalagi saat Tuhan Yesus mati terkutuk di kayu salib, banyak orang mengejek “Tuhan kok mati”. Kita tahu Tuhan mati dalam keadaan-Nya sebagai manusia. Saat manusia mati, roh dan tubuhnya berpisah demikian juga halnya dengan Tuhan Yesus, tubuhnya saja yang mengalami kematian tapi Roh-Nya tidak bisa mati.

Jika Yesus tidak mati maka Dia bukan Tuhan, karena hanya Yesuslah manusia yang memiliki kemampuan memberikan nyawa dan mengambil nyawa-Nya kembali. Tidak ada manusia yang mampu mengambil nyawanya kembali selain Tuhan Yesus.

Semua yang Tuhan Yesus perbuat ini adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa, untuk mendamaikan kita dengan Bapa, untuk menghindarkan kita dari hukuman neraka. Dia datang untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi manusia berdosa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s