Apakah orang yang tidak mendengar Injil bisa selamat?

Selamat karena Tuhan tolong melalui Injil

Manusia tidak bisa mempercayai sesuatu yang dia tidak tahu atau sesuatu yang tidak pernah ia dengar sebelumnya. Sekalipun manusia tidak mengetahui “sepenuhnya” tentang sesuatu yang dia SUDAH percayai, tetapi dia harus tahu sedikit atau banyaknya informasi tentang hal yang ia percayai tersebut.

Demikian halnya dengan percaya kepada Injil. Seseorang harus tahu atau mendengar lebih dahulu tentang Injil (kabar baik) agar dia dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Tanpa mengetahui lebih dahulu tentang Injil seseorang tidak akan percaya kepada Kristus. Itulah sebabnya Tuhan berkata dalam Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”.

  • Nenek moyang kita dan orang yang tinggal ditengah hutan.

Bagaimana dengan nenek moyang kita dan suku yang tinggal di tengah hutan yang tidak pernah mendengar Injil, apakah mereka bisa selamat? Alkitab mencatat orang selamat jika ia percaya kepada Injil. Kalau seseorang tidak percaya kepada Injil tidak mungkin dia selamat. Jika seseorang tidak pernah mendengar Injil tidak mungkin dia bisa percaya kepada Tuhan Yesus. Karena itu mereka yang tidak percaya Injil pastilah akan binasa selama-lamanya di neraka.

Namun, yang membuat mereka masuk neraka bukanlah karena mereka tidak mendengar Injil. Yang membuat mereka binasa adalah karena mereka orang berdosa. Dosa merekalah yang menyebabkan mereka masuk neraka. Karena Tuhan berkata “upah dosa adalah maut”.

Alkitab mencatat bahwa Injil sudah ada sejak kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa. Injil dimulai sejak Kejadian 3:15 “…keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Ini disebut Injil pertama.

Adam dan Hawa sudah pasti memberitahukan Injil kepada semua keturuan mereka. Tuhan akan datang menjadi manusia untuk menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka.

Masalahnya Injil ini lama-kelamaan memudar, terkikis oleh ketidakpercayaan keturunan Adam. Sehingga Injil ini mengalami pemudaran sehingga tidak diteruskan dengan benar kepada keturunan-keturunan selajutnya.

Karena memudarnya berita Injil dalam kejadian 3:15 inilah yang membuat Tuhan langsung memberitakan Injil lagi kepada Abraham “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Galatia 3:8.

Jika Abraham sendiri dipanggil Tuhan dari keluarga penyembah berhala. Itu artinya Injil  sudah mengalami “pemudaran” dari semua keturunan Adam. Inilah sebabnya mengapa Injil tidak lagi di dengar oleh nenek moyang (suku Batak Toba) dan mereka yang ada di tengah hutan.

Namun, mungkin ada orang yang berpikir “nenek moyang kita dan suku yang ada di tengah hutan” tidak tahu apa itu dosa, tidak adil bagi mereka  jika dihukum atas sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Jika seseorang tidak tahu tindakannya adalah dosa, tidak berarti dia tidak berdosa dihadapan Tuhan, karena yang menentukan sebuah tindakan itu dosa bukanlah dirinya sendiri, melainkan Tuhan. Alkitab berkata Dosa adalah pelanggaran akan hukum Allah 1 Yoh 3:4” Manusia  tidak dapat berdalih berdasarkan ketidaktahuannya. Dia tidak dapat berkata “Saya tidak tahu tindakan saya itu dosa”.

Karena itulah semua suku pedalaman dan nenek moyang kita yang tidak pernah mendengar tentang Injil Kristus, mereka dihukum bukan karena mereka tidak pernah mendengar tentang Injil tetapi karena mereka adalah manusia berdosa.

Tapi, jika mereka mendengar Injil, bukankah ada kemungkinan mereka percaya?

Semua manusia di dunia sudah mengetahui adanya Tuhan yang Maha Kuasa, karena Tuhan menyatakan diri-Nya kepada semua orang melalui alam  semesta.

Mazmur 19:1-5 mencatat “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

Jika suku  terpencil yang berada ditengah-tengah hutan belantara dan nenek moyang kita menerima wahyu umum (alam semesta) dan hatinya mencari Tuhan sang pencipta. Tuhan akan menuntunnya kepada Injil. Alkitab mencatat dalam Roma 1:19-21, Tuhan telah menyatakan diri-Nya kepada semua orang melalui alam semesta, dan sebenarnya semua manusia mengenal Tuhan secara umum.

Tetapi manusia membiarkan pikiran liarnya yang menguasainya dan pada akhirnya membuat hatinya yang bodoh menjadi gelap. Pikirannya yang bodoh dan gelap ini menuntunnya membuat allah bagi dirinya sendiri, dia berpikir itu adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi tetapi itu adalah ilah ciptaannya sendiri.

Hal ini terjadi di semua suku bangsa dan budaya manusia. Semua suku menciptakan tuhannya masing-masing.  Hanya bangsa Israel yang menyembah Tuhan yang benar, seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 4:22 (…sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi). Mengapa dari bangsa Yahudi? Karena Tuhan Yesus adalah bangsa Yahudi dari suku Yehuda.  

Alkitab mencatat tentang dua orang yang tinggal ditengah-tengah bangsa yang tidak pernah mendengar Injil tetapi akhirnya Tuhan tuntun kepada Injil karena hati mereka mencari Tuhan yang benar.

Contoh yang pertama adalah sida-sida dari Etiopia (Kisah par rasul 8:27-40). Bangsa  Etiopia tidak mencari Tuhan yang menciptakan alam semesta, sebaliknya mereka menciptakan “tuhan” mereka masing-masing. Tetapi ada seorang sida-sida yang hatinya mencari Tuhan sang pencipta, dan akhirnya Tuhan menuntunnya pada Injil dengan mengutus Filipus memberitakan Injil kepadanya.

Contoh lainnya adalah Lidia (Kisah para rasul 16:13-15). Lidia adalah seorang yang tinggal di kota Tiatira. Kota Tiatira tidak menyembah Tuhan yang menciptakan alam semesta, mereka menciptakan “tuhan” versi mereka sendiri. Tetapi Lidia, tidak menyembah “tuhan” yang disembah oleh bangsanya. Karena hatinya mencari Tuhan sang pencipta alam semesta Tuhan menuntunnya kepada Injil. Tuhan mengutus rasul Paulus memberitakan Injil kepadanya.

Lidia dan sida-sida dari Etiopia merupakan dua contoh manusia yang tinggal di tengah-tengah suku bangsa yang tidak pernah mendengar Injil. Mereka ada di tengah-tengah bangsa penyembah berhala. Tetapi hati mereka mencari Tuhan yang benar, sehingga Tuhan menuntun mereka kepada Injil.

  • Bayi yang meninggal dalam kandungan.

Semua bayi  yang meninggal  pasti masuk sorga, sekalipun ia dilahirkan  dalam  keluarga yang beragama Buddha, Islam, Katolik, Hindu, Kristen, penganut kepercayaan bahkan atheis (tidak percaya Tuhan), iman orang tuanya tidak ada hubungannya dengan mereka. Bayi berdosa sejak dalam kandungan ibu mereka tidak ada hubungannya dengan dosa-dosa orang tuanya. Dosa ini hubungannya dengan Adam manusia pertama.

Semua bayi berdosa karena Adam telah jatuh ke dalam dosa. Karena dosa Adam yang pertama itulah seluruh manusia dikandung dan lahir dengan dosa. Bukan dosa perbuatan tetapi dosa karena pelanggaran Adam. Bukan pula mewarisi dosa Adam, karena dosa tidak dapat diwariskan. Dosa bukan seperti harta benda yang dapat diturunkan kepada keturunan berikutnya.

Dari hal ini kita mengetahui bahwa bayi berdosa bukan karena orang tuanya berdosa tetapi karena Adam telah berdosa. Semua keberdosaan manusia langsung dihubungkan kepada Adam karena Adam adalah pempimpin dari semua yang hidup.

Tapi apakah benar bayi berdosa, kita tahu dari mana?  Bukti yang tidak terbantahkan bahwa bayi memiliki dosa adalah bayi bisa mati. Alkitab berkata kematian masuk melalui dosa (Roma 5:12). Manusia tidak akan mati jika ia tidak berdosa, bukti bahwa bayi bisa mati menjelaska bahwa ia berdosa. 

Ada yang mengajarkan bahwa bayi orang Kristen mati masuk sorga dan bayi orang yang bukan Kristen masuk Neraka. Ini pandangan yang menyesatkan.

Karena itulah kita percaya bahwa semua bayi yang meninggal dalam rahim ibu mereka atau orang yang meninggal saat belum akil balik pasti selamat karena Tuhan Yesus telah menebus mereka. Tapi, bukankah syarat untuk selamat adalah percaya kepada Injil? Kita tahu bahwa bayi belum bisa tahu apa itu Injil.  Bagaimana mungkin bayi bisa percaya, jika dia belum bisa tahu. Dalam kasus bayi, percaya bukanlah syarat untuk dapat selamat karena selain tidak tahu Injil, bayi juga tidak akan memahami apa itu injil.

Karena itu bayi dan semua anak yang meninggal sebelum akil balik, Alkitab katakan selamat berdasarkan Roma 5:18 “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s